Dalam dua dekade terakhir, Gading Serpong telah bertransformasi menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup paling dinamis di barat Jakarta. Dirancang dan dikembangkan sebagai kota mandiri, kawasan ini mengintegrasikan fungsi hunian, bisnis, pendidikan, kesehatan, hingga rekreasi dalam satu ekosistem perkotaan yang hidup dan saling terhubung. Dengan populasi lebih dari 120 ribu jiwa (di luar komuter), Gading Serpong terus bertumbuh sebagai ruang hidup bagi masyarakat urban yang produktif dan berdaya saing.
Sejalan dengan perjalanan tersebut, Paramount Land secara resmi memperkenalkan identitas, logo, dan tagline baru ‘Paramount Gading Serpong’ sebagai penegasan komitmen jangka panjang dalam membangun kota mandiri yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada kualitas hidup. Peluncuran identitas baru ini bertepatan dengan perayaan HUT Paramount Enterprise ke-19 pada Desember 2025 lalu, sekaligus menandai fase kedewasaan kawasan yang telah berkembang melampaui konsep pengembangan properti konvensional.
Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, menyampaikan bahwa identitas baru ini lahir dari refleksi perjalanan panjang pembangunan Kota Gading Serpong.
“Setelah lebih dari satu dekade membangun dan menumbuhkan kawasan, Gading Serpong kini berkembang sebagai sebuah kota yang utuh. Identitas ‘Paramount Gading Serpong’ merupakan simbol skala kota yang telah terbentuk, sekaligus cerminan kepercayaan diri kami terhadap masa depan. Ini bukan sekadar penyegaran visual, melainkan payung identitas yang menjamin konsistensi kualitas dan integrasi hunian, komersial, serta gaya hidup dalam jangka panjang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Chrissandy menjelaskan bahwa Paramount Gading Serpong dikembangkan dengan fondasi sustainability dan livable city, di mana kota dirancang sebagai aset jangka panjang bagi masyarakat. Konsep kota berkelanjutan diwujudkan melalui perencanaan tata kota modern, pengembangan infrastruktur terpadu, penyediaan ruang hijau, jalur pedestrian, serta pemanfaatan teknologi yang mendukung mobilitas dan produktivitas warga.
“Mengusung filosofi ‘City within Reach’, Paramount Gading Serpong hadir sebagai kota yang senyaman rumah, tempat masyarakat dapat memenuhi kebutuhan harian, bekerja, berinteraksi, dan menikmati kebersamaan dalam lingkungan yang nyaman dan berkualitas. Filosofi ini sejalan dengan konsep ‘Everything is Here’, di mana setiap pengembangan dirancang terintegrasi sehingga memudahkan aktivitas sehari-hari,” tambahnya.
Saat ini, Paramount Gading Serpong telah berkembang menjadi destinasi populer di Tangerang Raya dan Jabodetabek, dengan lebih dari 40 klaster hunian terhuni, fasilitas kota yang lengkap, tingkat okupansi bisnis yang tinggi, serta boulevard utama yang dilalui lebih dari 15.000 kendaraan per jam. Lokasinya yang strategis—berada di tengah kawasan Alam Sutera, BSD, dan Karawaci menjadikan nilai kota ini terus meningkat, baik sebagai tempat tinggal, bekerja, maupun berinvestasi.
Pertumbuhan kota yang konsisten juga tercermin dari ekosistem bisnis dan komunitas yang terus berkembang. Paramount Land berkomitmen menghadirkan anchor tenant terbaik dari berbagai kategori, sekaligus membangun lingkungan yang mendorong interaksi sosial, kolaborasi, dan pertumbuhan bersama masyarakat.
“Lebih dari sekadar kawasan properti, Paramount Gading Serpong adalah ekosistem kehidupan. Kami percaya kota yang baik adalah kota yang tumbuh bersama penghuninya, menghadirkan kualitas hidup yang berkelanjutan hari ini dan bernilai bagi generasi mendatang,” tutup Chrissandy.
Dengan identitas baru ini, Paramount Gading Serpong menegaskan posisinya sebagai kota mandiri berkelanjutan yang responsif terhadap dinamika gaya hidup modern, sekaligus menjadi simbol komitmen Paramount Land dalam membangun kota yang bernilai, layak huni, dan relevan untuk masa depan.

